Aksi Rakyat Bukan Drama, Ini Jeritan Kehidupan yang Terancam

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026 - 02:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INDRAMAYU || hernastoday.com  Menanggapi narasi yang berkembang seolah-olah Bupati Lucky Hakim menjadi korban dari aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI), kami merasa perlu untuk meluruskan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Aksi yang dilakukan oleh masyarakat bukanlah sebuah “drama” atau tindakan tanpa alasan. Ini adalah bentuk keputusasaan rakyat kecil yang mata pencahariannya terancam akibat kebijakan proyek strategis nasional (PSN) budidaya nila yang berpotensi merampas ruang hidup mereka.

Sejak awal, masyarakat datang dengan harapan bisa menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Bupati sebagai pemimpin daerah. Namun sangat disayangkan, Bupati Lucky Hakim tidak bersedia menemui rakyatnya sendiri dan justru memilih untuk tidak keluar dari Pendopo. Sikap ini memicu kekecewaan mendalam di tengah masyarakat yang sudah datang dengan penuh harapan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kami menegaskan, bahwa jika sejak awal Bupati bersedia membuka ruang dialog dan menerima audiensi, maka situasi tidak akan berkembang seperti yang terjadi. Aksi tersebut pada dasarnya dirancang sebagai aksi damai. Namun, kekecewaan yang memuncak akibat tidak adanya respons dari pimpinan daerah memicu luapan emosi yang seharusnya bisa dihindari.

Lebih jauh, kebijakan PSN budidaya nila ini tidak mencerminkan semangat visi “REANG” yang mengedepankan ekonomi kerakyatan. Justru yang terjadi adalah potensi pengalihan sumber penghidupan masyarakat kecil kepada kepentingan korporasi dan BUMN, yang bertentangan dengan prinsip keadilan sosial.

Kami menolak keras upaya pembentukan opini yang memposisikan pemerintah sebagai korban, sementara akar persoalan yang sesungguhnya adalah ketidakadilan yang dirasakan oleh masyarakat pesisir Indramayu.

KOMPI tetap berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat secara konstitusional, damai, dan bermartabat. Namun kami juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk hadir, mendengar, dan melindungi rakyatnya—bukan menghindar.

Kami mengajak seluruh pihak untuk melihat persoalan ini secara jernih dan adil. Jangan biarkan suara rakyat kecil dibungkam oleh narasi yang menyesatkan. Dialog terbuka dan keberpihakan pada rakyat adalah kunci untuk menyelesaikan persoalan ini secara bermartabat.

H Darsam, ketua Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI)

Penulis : Bang Opik Kumis

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel hernastoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operasi KPK Guncang Pemalang, 21 Orang Diamankan dan Uang Miliaran Rupiah Disita
KPK Guncang Pemalang! Pendopo Bupati, Kantor DPUPR hingga Sejumlah Pejabat Terseret dalam Operasi Senyap
Diduga Adanya Sabotase, APIP Dan APH Diminta Turun Tangan! Proyek Rekontruksi Jalan Sindang Pecuk Viral, Baru Dicor Sudah Di Lewati.
Mempererat Hubungan dengan Masyarakat Walesi, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 645/Gardatama Yudha Gelar Anjangsana dan Pelayanan Kesehatan
Barbershop Indonesia Segera Hadir di Osaka, Siap Ramaikan Layanan Grooming untuk WNI di Jepang
Lakukan Napak Tilas Permohonan Pencetakan Sawah Untuk Mendukung Program Ketahanan Pangan Di Wilayah Desa Mekarwaru, DPC IMOI Indramayu : Diragukan !
Semarakkan HUT RI di Perbatasan, Satgas Swasembada Yonif 643/Wns Koops TNI Habema dan Masyarakat Gelar Karya Bakti
Jaga Kedaulatan Batas Negara, TNI dan TDM Resmi Buka Patroli Terkoordinasi Seri 1 Tahun 2026 di PLBN Badau
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:32 WIB

Operasi KPK Guncang Pemalang, 21 Orang Diamankan dan Uang Miliaran Rupiah Disita

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

KPK Guncang Pemalang! Pendopo Bupati, Kantor DPUPR hingga Sejumlah Pejabat Terseret dalam Operasi Senyap

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:22 WIB

Diduga Adanya Sabotase, APIP Dan APH Diminta Turun Tangan! Proyek Rekontruksi Jalan Sindang Pecuk Viral, Baru Dicor Sudah Di Lewati.

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:01 WIB

Mempererat Hubungan dengan Masyarakat Walesi, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 645/Gardatama Yudha Gelar Anjangsana dan Pelayanan Kesehatan

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:21 WIB

Barbershop Indonesia Segera Hadir di Osaka, Siap Ramaikan Layanan Grooming untuk WNI di Jepang

Berita Terbaru