Indramayu || hernastoday.com.
Sebuah upaya pelestarian kearifan lokal dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Pemdes Mekarwaru Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu adakan acara Mapag Sri, acara diadakan di Aula Balai Desa Mekarwaru. Dihadiri oleh sesepuh, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh agama dan masyarakat petani serta warga desa lainnya. Hadir pula Fokompimcam Gantar.

“Adat desa ini bukan hanya sekadar perayaan, melainkan juga mengandung nilai-nilai luhur yang mengajarkan pentingnya menghargai alam dan menghormati Sang Pencipta,” ujar Edi Sukendi, S.E. selaku Kuwu Desa Mekarwaru didampingi Yuce Ningtias Rivai, A.Md selaku Ketua TP-PKK Desa Mekarwaru. (Kamis, 2/4/26)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui upacara ini, lanjutnya, masyarakat Desa Mekarwaru, khususnya para petani, memanjatkan doa agar hasil panen di masa mendatang semakin melimpah dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.
“Kebetulan di Mekarwaru saat ini kebanyakan padinya sudah mulai berisi. Jadi acara ritual ini bukan untuk panen, tapi saat padi sudah berisi,” kata salah satu warga desa yang sedang menikmati acara gelaran wayang kulit sebagai pelengkap hiburan.

Menurutnya, Mapag Sri sebagai simbol tolak bala dengan cara bersedekah. Harapannya, hasil panen para petani melimpah. “Harapan warga semoga ke depannya mendapatkan hasil panen yang berlimpah, padinya berisi, hasil panennya bagus, jauh dari balai dan penyakit. Di Desa Mekarwaru sendiri sawahnya kebanyakan tadah hujan, jadi panenannya setahun sekali,” katanya.
Menurutnya, acara budaya seperti itu harus terus dilestarikan agar para petani betul-betul menjalankan usaha taninya dengan baik dan juga sering bersedekah,” tutupnya.
Penulis : Mas Bro
Editor : Redaksi













