Indramayu || hernastoday.com. Ada hal yang menarik dari bursa pencalonan Kepala Desa Gabuswetan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu. Sosok kandidat Kades Gabuswetan termuda yang sedang menempuh pendidikan program studi S-1 di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al-Amin Indramayu.
Mari kita ikuti uraian profile singkat Torikin, calon kepala desa termuda untuk Desa Gabuswetan. Torikin terlahir pada 43 tahun lalu tepatnya pada 3 Agustus 1982 di Indramayu.
Torikin menyelesaikan pendidikan dasar di SDN 4 Gabuswetan pada tahun 1994, kemudian dilanjutkan Madrasah Tsanawiyah di salah satu Ponpes Cirebon selanjutnya ia menamatkan Pendidikan setara SMA di salah satu PKBM Kecamatan Gabuswetan Kabupaten Indramayu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pria berkacamata yang sudah memiliki keluarga kecil ini menceritakan, keinginannya mencalonkan diri sebagai kepala desa Gabuswetan adalah untuk mengabdi kepada masyarakat dengan didasari rasa ikhlas. Dan akan merealisasikan aspirasi dan gagasan masyarakat terutama generasi muda untuk kemajuan desa. “Kami sebagai generasi milenial yang memiliki kesadaran tinggi untuk membangun desanya akan bekerja secara maksimal sesuai era sekarang,” urainya ketika diwawancarai oleh awak media hernastoday.com. Sabtu (1/11/25).
Torikin juga akan menjadikan Desa Gabuswetan sebagai desa agraris karena warga Desa Gabuswetan adalah mayoritas petani. Hal ini akan ia wujudkan dengan memperbaiki infrastruktur Jalan Usaha Tani dan meningkatkan sistem irigasi persawahan dengan memberikan edukasi kepada Petani yang bergabung dalam Kelompok Tani dalam usaha mandiri di bidang pertanian.
Tak hanya itu, ia juga akan mengembangkan Bumdes dan menciptakan usaha mandiri yang sesuai dan tepat sasaran serta akan mendorong desa untuk menyiapkan ruang diskusi publik dalam rangka menampung semangat muda-mudi dalam lembaga Karang Taruna.
Anak pertama dari pasangan Sorih Warniyah ini, akan menanamkan nilai-nilai agama dan mempertahankan kearifan lokal yakni melalui program pengembangan nilai-nilai spiritual dan adat istiadat seperti Ngunjung Buyut, Mapag Sri, Sedakah Bumi dan lain-lain, semua itu akan direalisasikan nanti jika mendapatkan amanat dari masyarakat untuk menjadi Kepala Desa Gabuswetan.
Torikin berharap, agar masyarakat Desa Gabuswetan menjadi masyarakat yang cerdas dalam memilih.
Masyarakat harus benar-benar menolak politik uang yang pada akhirnya akan merepotkan dirinya sendiri. “Andai, hal ini terjadi maka akan berdampak negatip, sehingga apa yang menjadi aspirasi dari masing-masing lingkungan dan dusun tidak bisa direalisasikan dengan baik untuk membangun desanya,” tutupnya.
Penulis : Mas Bro
Editor : Tim Redaksi












