Jelang pelaksanaan pemilihan kuwu, kinerja panitia pilwu di Desa Sidamulya masih diragukan. Pasalnya panitia dinilai kurang cermat dan jeli dalam tahapan verifikasi dan validasi data calon kuwu. Bermula dari desas desus di masyarakat yang meragukan dokumen pendidikan dan dokumen kependudukan salah satu bakal calon kuwu. Dimana tahun lahir tidak singkron antara yang tertera di KTP dan tahun kelulusan Sekolah Dasar. Hal ini memantik awak media untuk meminta penjelasan kepada Panitia Pemilihan Kepala Desa Sidamulya untuk memberikan penjelasan.
Ditemui oleh Edi Saedi selaku ketua panitia di kantor sekretariat Panitia Pilwu Desa Sidamulya, pihaknya memberikan penjelasan kepada awak media hernastoday.com bahwa sudah selesai dilakukan verifikasi dan validasi berkas semua calon kuwu. Dan dinyatakan sah. Saat awak media meminta penjelasan terkait tahun lahir salah satu calon kuwu, dimana tertera di KTP lahir tahun 1978 sementara tahun lulus Sekolah Dasar 1986 sehingga dihitung secara matematis siswa tersebut sudah mempunyai ijasah di usia delapan tahun.
Saat awak media menanyakan kepada Edi Saedi terkait salinan ijasah Sekolah Dasar (SD) calon kuwu guna mencocokan hitungan secara matematis, pihaknya tidak bisa menunjukan salinan yang dimaksud. Ia hanya mengeluarkan salinan surat keterangan dari Sekolah Dasar dimana yang bersangkutan pernah menimba ilmu. “Silahkan dibaca saja tidak boleh di foto,” celetuknya didampingi Warsidin selaku Wakil Ketua, sambil menyodorkan map yang berisi salinan berkas salah satu calon kuwu. Sabtu (22/11/25).
Alih alih terlihat salinan ijasah SD maupun SMP, justru yang ada surat keterangan ijasah hilang dan surat keterangan pernah bersekolah di SD dan SMP tersebut yang ditanda tangani oleh masing masing Kepala Sekolah baik SD maupun SMP. Dari hasil temuan salinan berkas yang ada di Panitia Pilwu Desa Sidamulya, awak media dan LSM Komunitas Rakyat Ekonomi Kecil (KOREK) akan terus menggali keterangan pada Instansi yang berwenang, agar diperoleh pemberkasan calon kuwu oleh Panitia Pilwu Desa Sidamulya secara terang benderang.
Diakhir wawancara, Edi Saedi menitip pesan kepada awak media hernastoday.com untuk disampaikan ke Pemda (Indramayu, red) tentang keterlambatan turunnya dana anggaran pilwu untuk panitia.
“Ditanyakan juga tuh pak ke Pemda, kenapa tuh Proses Pilwu yang sekarang kelihatannya diburu-buru sehingga proses sudah berjalan, dana ga turun-turun,” tutupnya.
Penulis : Mas Bro
Editor : Redaksi
Follow WhatsApp Channel hernastoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow