Indramayu || hernastoday.com. Proyek Rabat beton Desa Gabus Kulon, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu menjadi sorotan publik. Alih-alih Proyek infrastruktur yang seharusnya membawa manfaat bagi masyarakat justru malah menuai kontroversi, salah satu masalah utama adalah ada dugaan pengurangan volume dimana hitungan secara teknis seharusnya dengan nilai Rp 98.000.000 menghasilkan volume 255 m x 2 m x 0,12 m namun pada papan informasi proyek tertuang volume 190 m x 2 m x 0,12 m, ada selisih angka volume.

Ditemui awak media hernastoday.com di lokasi proyek, Rudi Hartono, Ketua DPD Jabar LSM KOREK (Komunitas Rakyat Ekonomi Kecil), mengemukakan ada indikasi penggelembungan anggaran. Menurutnya hal ini terlihat dari panjang rabat beton yang tidak seharusnya. Kemudian, jelasnya, pemakaian cor betonnya kualitas K-250 yang harganya lebih rendah dari kualitas yang semestinya. “Dan lagi nampak plastik warmesnya digelarnya tidak sepanjang (tidak full, red) yang tercantum di papan informasi proyek,” imbuh Rudi. (Sabtu, 27/12/25).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, dari temuan yang ia dapatkan, DPD LSM Korek akan mengambil langkah-langkah kongkret dengan melaporkan ke Inspektorat Kabupaten Indramayu dan Kejaksaan Negeri juga KDM (Kang Dedi Mulyadi) selaku Gubernur Jabar yang nota bene adalah pemilik anggaran yang menggelontorkan dana untuk membantu peningkatan infrastruktur Desa.
Penulis : Acep S.
Editor : Redaksi












