Miris ! Ada Dugaan Potongan 10% Dari Anggaran Program IRPOM Di Kecamatan Gabus Wetan Indramayu.

- Penulis

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu || hernastoday.com

KTNA adalah Kelompok Tani Nelayan Andalan. Organisasi ini dicetuskan pada 23 September 1971 bertujuan sebagai Mitra Strategis Pemerintah dalam pembangunan sektor pertanian dan perikanan. Namun pada perkembangannya berbanding terbalik dengan fakta di lapangan.

Hal ini tercermin dalam pantauan awak media di lapangan tepatnya di wilayah kerja Kecamatan Gabus Wetan Kabupaten Indramayu.
Para Kelompok Tani (Poktan) mengeluhkan adanya pemotongan 10% dari anggaran program IRPOM per poktan. Diduga pemotongan ini dilakukan oleh oknum KTNA Kecamatan Gabus Wetan. Secara matematis adalah; nilai program IRPOM Rp.155 juta per Poktan, dipotong oleh KTNA 10% jadi diduga potongannya sebesar Rp. 15,5 jt per poktan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diperoleh informasi untuk Kecamatan Gabus Wetan ada 15 Poktan yang mendapatkan program IRPOM. Dengan kata lain untuk Kecamatan Gabus Wetan diperoleh potongan sebesar Rp.232,5 juta.

Menurut salah satu Ketua Kelompok Penerima Program yang keberatan namanya disebutkan, menyampaikan bahwa potongan 10% akan dibagikan ke beberapa pos, antara lain ; Dinas (DKPP-red), BPP, Camat, KTNA dan jasa pembuatan LPJ.
“Ya keberatan pak, kan materialnya belum dibeli, tapi sudah dipotong,” ujar Ketua Poktan. (Jumat, 12/06/26).
Saya kan, sambung ia, bekerja sesuai arahan dari konsultan, tapi kalau anggarannya dipotong jadi bagaimana ?.

Perihal kebenaran tentang keluhan Poktan, awak media menyambangi kediaman Ketua KTNA untuk mengkonfirmasi perihal keluhan para Poktan, namun pihaknya tidak ada di rumah. “Bapaknya pergi ke sawah, entah sawah yang mana,” jawab wanita paruh baya, yang diduga anggota keluarganya.

Melalui sambungan seluler WhatsApp yang disanyalir adalah nomor WA Wakyudin, Ketua KTNA, menjawab “Waalaikumsalam” tulisnya melalui sambungan WA.
“Punten šŸ™pak,” balasnya dalam ketikan WA.
Sementara pertanyaan dari awak media “Betulkah ada pemotongan 10% terhadap Poktan,”. Dari Jawaban WA dari seberang sana menimbulkan multi tafsir dibenak pembaca.

Terpisah, Taufik, Ketua DPC Ikatan Media Online Indonesia (IMOI-Indramayu) memberikan keterangan kepada awak media. ” Kalau hal ini benar terjadi, saya sangat prihatin sekali,” ujarnya.
Janganlah, terang Ia, menciderai semangat petani dalam membangun sektor pertanian di sela-sela ekonomi yang sedang lesu.

Lebih jauh Ia menjelaskan, agar pemangku kebijakan yang seharusnya mengawal dan mengawasi program IRPOM tersebut agar tercapai tujuan dari pemerintah bahwa Indramayu adalah lumbung padi nasional sehingga keluhan petani di musim gadu tidak lagi kesulitan untuk mengairi sawahnya.
Kepada DKPP (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan) dan jajaran nya
agar berhati-hati dalam mengambil kebijakan.
“Pasal 3 UU Tipikor: Pejabat yang menyalahgunakan kewenangannya untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain, tetapi menyebabkan kerugian negara, bisa dipidana dengan hukuman minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun,” tutup pria yang sedang menyelesaikan skripsinya pada Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Cirebon.

Penulis : Tim

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel hernastoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Penyelundupan Sabu 3,94 Gram Lewat Jalur Tikus
Pemerintah Desa Temiyang Bersama Kepala Puskesmas Tinjau Kondisi Anak dengan Gizi Buruk
Diduga Pekerjaan P3A-TGAI Di Desa Kroya Indramayu Menyimpang Dari KetentuanĀ 
TNI Hadir untuk Rakyat: Satgas Yonif 645/GTY Gelar Layanan Kesehatan Door-to-Door di Desa Ampera
Pakai Rompi Oranye dan Borgol, Bupati Pemalang Resmi Ditahan KPK
Operasi KPK Guncang Pemalang, 21 Orang Diamankan dan Uang Miliaran Rupiah Disita
KPK Guncang Pemalang! Pendopo Bupati, Kantor DPUPR hingga Sejumlah Pejabat Terseret dalam Operasi Senyap
Diduga Adanya Sabotase, APIP Dan APH Diminta Turun Tangan! Proyek Rekontruksi Jalan Sindang Pecuk Viral, Baru Dicor Sudah Di Lewati.
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Penyelundupan Sabu 3,94 Gram Lewat Jalur Tikus

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Pemerintah Desa Temiyang Bersama Kepala Puskesmas Tinjau Kondisi Anak dengan Gizi Buruk

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:34 WIB

Diduga Pekerjaan P3A-TGAI Di Desa Kroya Indramayu Menyimpang Dari KetentuanĀ 

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:18 WIB

TNI Hadir untuk Rakyat: Satgas Yonif 645/GTY Gelar Layanan Kesehatan Door-to-Door di Desa Ampera

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:57 WIB

Pakai Rompi Oranye dan Borgol, Bupati Pemalang Resmi Ditahan KPK

Berita Terbaru