Indramayu, Jabar. hernastoday.com. Pelanggan air bersih Perumda Tirta Darma Ayu Cabang Pelayanan Patrol mengeluhkan air yang mengalir ke rumah mereka dalam kondisi keruh dan sering mati alirannya. Keruhnya air dan sering matinya aliran air dirasakan dalam sebulan terakhir ini.
Warga Desa Anjatan khususnya yang bermukim tidak jauh dari Jalan A.Yani mengatakan kondisi air keruh bercampur lumpur dan sering matinya aliran air terjadi sejak kurang lebih awal bulan September 2025. Kondisi ini membuat pelanggan tidak nyaman untuk beraktivitas memasak, mandi dan mencuci. Bahkan merasakan kerugian, pasalnya saat para warga menambah isi bak mandi/cucian pada saat kran dibuka yang keluar air bercampur lumpur, hingga air yang di bak tercampur aliran lumpur. “Kami merasakan rugi, karena kami harus bayar air yang bercampur lumpur,” celetuk warga blok Gudang Garam Anjatan. “Bahkan kami sedang mencuci beras pada saat kran dibuka yang keluar air bercampur lumpur, terpaksa berasnya kami buang,” imbuh warga lainnya.

Iwan, tokoh masyarakat yang nota bene adalah praktisi hukum, angkat bicara. Dirinya dan warga sekitar tempat tinggalnya juga merasakan hal yang sama. “Air keruh, tidak layak dikonsumsi dan sering mati alirannya,” ujar pria setengah baya yang bermukim di Babakan Desa Anjatan Utara berharap ada pernyataan dari pihak PDAM dan segera mencari solusi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi keluhan pelanggan, PDAM menyampaikan permohonan maafnya ke pelanggan. Melalui Agung, bagian humas PDAM Tirta Darma Ayu Pelayanan Patrol mengemukakan hal ini disebabkan ada kerusakan pipa 2″ karena adanya perbaikan drainase dari proyek bantuan Pemprov Jabar (Jabar Istimewa, red). “Kalau ini kan Force Majure, hingga yang masuk (ke pipa) lumpur dari comberan,” urai Agung. Saat awak media hernastoday.com menanyakan perihal apakah sudah ada koordinasi dengan pelaksana proyek Jabar Istimewa ? pihak nya menyampaikan tidak ada koordinasi. “Tidak ada pemberitahuan baik lisan maupun tertulis, sama sekali tidak ada,” tegas Agung. “Bila ada gangguan terkait air PDAM masyarakat bisa hubungi URC PDAM +62 821 2015 6878,” lanjutnya (Senin, 29/09/25).

Bergegas awak media hernastoday.com mengkonfirmasi perihal diatas. Di lokasi proyek berjumpa Mulyadi, selaku Surveyor Proyek Jabar Istimewa. Pihaknya membantah pernyataan dari PDAM. Surat, ucap Mulyadi Pemberitahuan tertulis dari PUPR sudah kami layangkan ke PDAM. “Kita di lapangan hanya info-info saja (ke PDAM), kalau ada kebocoran sehari berapa titik, nanti jam dua (siang) kita lapor,” imbuhnya.
Terpisah, Nanang Subrata tokoh masyarakat Desa Anjatan yang diketahui adalah Pengurus Ormas Laskar Merah Putih Macab Indramayu, mengemukakan keprihatinannya atas “Force Majure” yang terjadi. “Harusnya segera diatasi perihal ini, agar masyarakat tidak terganggu aktivitas kesehariannya, terutama emak-emak,” ungkapnya
Penulis : Mas Bro
Editor : Tim Redaksi












