Siswa SDN 01 Kebondalem Pemalang Meninggal, Polisi Dalami Dugaan Perundungan

- Penulis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, Jateng • hernastoday.com

Kasus meninggalnya seorang siswa kelas II SD Negeri 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Di tengah proses tersebut, muncul informasi mengenai dugaan perundungan atau bullying yang disebut-sebut pernah dialami korban.

Siswa tersebut diketahui meninggal dunia pada September 2026. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa korban diduga pernah mengalami kekerasan yang dilakukan oleh kakak kelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat kepastian bahwa dugaan perundungan tersebut memiliki kaitan langsung dengan meninggalnya korban. Pihak kepolisian masih mendalami rangkaian peristiwa serta penyebab kematian korban.

Untuk mengetahui penyebab kematian, jenazah korban telah menjalani autopsi yang dilakukan oleh Tim Laboratorium Forensik dan Bidang Kedokteran Kepolisian Polda Jawa Tengah di RSUD dr. M. Ashari Pemalang pada Rabu sore, 30 September 2026.

Sekolah Menunggu Hasil Autopsi

Kepala SD Negeri 01 Kebondalem, Erning Rustini, mengatakan pihak sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan autopsi dari kepolisian sehingga belum dapat memberikan penjelasan lebih jauh mengenai penyebab kematian siswa tersebut.

“Pihak saya masih menunggu hasil autopsi dari pihak kepolisian, jadi saya belum bisa menjawab,” ujar Erning, Kamis (01/10/2026).

Mengenai dugaan perundungan maupun kronologi kejadian yang dialami korban, pihak sekolah juga belum memberikan penjelasan secara rinci.

Menurut Erning, informasi mengenai kronologi kejadian telah disampaikan kepada aparat penegak hukum dan dinas terkait. Selanjutnya, penanganan perkara diserahkan kepada pihak kepolisian.

“Mohon maaf, intinya sudah saya serahkan ke Polres, biar Polres yang menangani terlebih dahulu. Hasilnya saya menunggu,” katanya.

Polisi Periksa Saksi dan Dalami Penyebab Kematian

Sementara itu, Satreskrim Polres Pemalang masih melakukan penyelidikan terkait meninggalnya siswa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M. Faizal Wildan Umar Rela menjelaskan bahwa kepolisian sebelumnya menerima laporan dari masyarakat mengenai meninggalnya korban.

Polisi kemudian meminta keterangan dari pihak keluarga. Setelah itu, autopsi dilakukan terhadap jenazah untuk mengetahui penyebab kematian.

“Usai meminta keterangan dari keluarga korban, dilanjutkan autopsi pada jenazah anak korban, untuk mengetahui penyebab kematian anak korban,” jelas AKP M. Faizal Wildan Umar Rela.

Autopsi dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari keluarga korban. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kembali kepada keluarga untuk dimakamkan.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah saksi serta berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait.

“Kami masih melakukan penyelidikan, serta melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi, juga berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait,” ungkapnya.

Kasat Reskrim menegaskan bahwa proses penanganan perkara dilakukan secara profesional sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, jika ditemukan adanya unsur pidana, maka akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.

Dengan demikian, dugaan perundungan terhadap korban masih menjadi bagian dari proses penyelidikan. Kepastian mengenai penyebab kematian serta ada atau tidaknya keterkaitan dengan dugaan perundungan masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan pihak berwenang.

Penulis : A12

Editor : Dimas Sapta

Sumber Berita: Liputan hernastoday.com

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel hernastoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengajar Dengan Hati Untuk Generasi Penerus Bangsa,  Pos Aroba Satgas Yonif 147/KGJ Gelar Giat Goes to School di SD YPPK Santo Andreas Distrik Aroba
Hadapi Ancaman Hukum Modern, Kasad Dorong Penguatan Kompetensi Prajurit Hukum
Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Penyelundupan 5,269 Kg Sabu di Perbatasan Malaysia
RS. Sakit Mitra Plumbon Patrol, Masyarakat Berikan Apresiasi Dalam Meningkatkan Pelayanan Terbaiknya
Mempererat Kemanunggalan, Pos Aroba Satgas Yoni 147/KGJ Gelar Turnamen Bola Voli Meriahkan HUT TNI Ke-81
Pantura Japan Cup 2026 Cetak Sejarah, Turnamen Futsal Indonesia di Jepang Berhadiah Mobil Honda Step WGN

Ilussi ’81 Pemalang Gandeng Bahana Band Gelar Pertunjukan Musik Di City Walk
SD Negeri 2 Temiyangsari Sedang Mengadakan Kegiatan Rehabilitasi Program Revitalisasi Sebaik mungkin
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Mengajar Dengan Hati Untuk Generasi Penerus Bangsa,  Pos Aroba Satgas Yonif 147/KGJ Gelar Giat Goes to School di SD YPPK Santo Andreas Distrik Aroba

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Hadapi Ancaman Hukum Modern, Kasad Dorong Penguatan Kompetensi Prajurit Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Penyelundupan 5,269 Kg Sabu di Perbatasan Malaysia

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:22 WIB

RS. Sakit Mitra Plumbon Patrol, Masyarakat Berikan Apresiasi Dalam Meningkatkan Pelayanan Terbaiknya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Mempererat Kemanunggalan, Pos Aroba Satgas Yoni 147/KGJ Gelar Turnamen Bola Voli Meriahkan HUT TNI Ke-81

Berita Terbaru